Conquered Plengkung (Wahaa!) – Day 1

Finally, setelah menaklukkan Ijen (haha biasa aja padahal), akhirnya tiba juga gilaran pantai ini… Yup, plengkung beach, G-land, whatever, jadi target selanjutnya yang h.a.r.u.s disinggahi. Katanya tak lengkap kalau sudah di sini (banyuwangi) tapi tidak mampir ke sana…

Niat pun akhirnya terlaksana, perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu direncanakan. Seorang teman yang memang berniat untuk berlibur, dari Jakarta,🙂. Dua orang dari Surabaya, satu memang penasaran ingin melihat Plengkung, dan yang lain kebetulan akan pulang ke rumahnya di Banyuwangi, ditambah 1 orang bule KW 2 (haha) dari Bandung yang mengganti rute travellingnya dari Jember Fashion ke Plengkung. Berlima (termasuk saya tentunya) belum ada yang pernah ke sana, jadi lengkap rasa penasaran, dan ke-seru-an (baca : -naas-) perjalanan yang akan menanti… hehehe…

Road To Plengkung...

Sabtu pagi, 7 Agustus, perjalanan dimulai…

Sabtu dimulai pukul 4 pagi, menjemput 4 peserta di Stasiun KA. Perjalanan dimulai dari rumah Wingga, teman yang memang asli Banyuwangi. Sebelum berangkat orangtuanya sempat bercerita bagaimana susahnya medan menuju plengkung, dimana tantangan terakhirnya adalah berjalan kaki selama 2 jam karena kendaraan Perhutani yang biasa mengantar-jemput pengunjung waktu itu sedang rusak, dan jalan yang memang sangat tidak layak. Saya hanya mengiyakan, karena apapun itu, kesimpulan sudah dibuat, perjalanan ini akan seru, hehehe… ternyata…

Lets Get It On...!

Kecepatan mobil hanya sekitar 5km/jam karena jalan yang penuh batu dan lobang disana – sini… Seperti naik kuda

Nah… Tiba juga di gerbang pertama, di sambut seekor monyet yang mendekat karena kita suguhi biskuat, hehehe… Monyet hendak menjadi macan!! –> doyan biskuat

Welcome to Alas Purwo National Park

Monyet makan biskuat biar jadi sekuat macan!

Setelah membayar di pintu masuk, perjalanan di lanjutkan. Tidak jauh lagi menuju pintu ke dua, dimana mobil perhutani menunggu dan akan mengantar kita ke Plengkung…

Tiba di pintu masuk ke dua, kita diberitahu petugas jaga bahwa mobil yang biasa mengantar keluar masuk Plengkung sedang rusak, cara satu2nya adalah berjalan kaki menembus hutan selama kurang lebih 2 jam…

Saat itu jam 1 siang, artinya jam 3 sore baru sampai di pantai, dan harus keluar lagi sesegera mungkin karena jam 6 hutan sudah akan sangat gelap. Bukan pilihan yang menarik ya?  ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………….  ………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………….

Akhirnya……..

Kita mengambil keputusan [yang akhirnya terbukti salah🙂 ] untuk menembus hutan memakai mobil yang kita bawa…

Ternyata oh ternyata.. Malang 2 jam dari Surabaya, Untung sepupunya Donal Bebek (hehehe…). Mobil kita memang tidak diciptakan untuk menembus jalur off road, alias terjebak di lumpur (masih tanda tanya apakah mobil, sopir, atau navigatornya yg salah, karena ternyata mobil perhutani umurnya lebih tua, mesin, ban, dll tanpa modifikasi! haha)

…….

Terjebak di tengah hutan selama kurang lebih 3 jam, badan penuh lumpur, mobil penuh lumpur. Ada kendaraan yang melintas setiap 1 jam, itupun hanya melihat sekilas, turun, dan nyeletuk “lho koq lewat situ sih?? harusnya lewat sini” lalu masuk kembali ke mobilnya dan ngeloyor pergi…. Beruntung dia, kita lagi pada lemes, kalo nggak udah kelilipan dongkrak matanya…

2 Orang teman berjalan kembali ke pos perhutani, menemui petugas jaga. Itu pun tanggapi dengan adem ayem alias dicuekin (“kan udah saya bilang..” , “Itu susah kalo udah kaya gitu” , “kemarin 1 mobil gak separah itu aja perlu 12 orang buat narik dari lumpur” dll). Luar biasaa… Ini mungkin alasan kenapa kebutuhan bersosial dan eksistensi dimasukkan di hieararchy of needs sama Om Maslow, karena orang kelamaan tinggal di hutan ga bersosialisasi jadinya kaya begini ini, nyebelin ga punya perasaan… haha..

Capek, setengah putus asa…Hari semakin sore……..

contoh orang frustasi di hutan

Akhirnya…

Orang baik yang mau menolong pun melintas. 2 Orang baik hati, pak Agus dan Sugeng, tanpa banyak bicara, mereka memarkir mobilnya dan langsung masuk ke lumpur melihat kondisi mobil kita. Mengambil batu, kayu, dongkrak. Kaki dan tangan mereka menjadi penuh lumpur sama seperti kita, tapi -terutama pak Agus- tetap penuh senyum dan bersemangat. Padahal jalannya sedikit terpincang karena asam urat nya sedang kumat.

…….

——

——-

Bala bantuan datang, tali kapal, kayu, 2 orang wanita🙂

——-

——-

Ditambah datangnya bala bantuan dari 2 orang yang kembali dari pintu masuk (2 orang wanita berjalan keluar masuk hutan seram, luar biasa…)

——————————————————————————————————–

——————————————————————————————————–

——————————————————————————————————–

Pekerjaan dongkrak mendongkrak, menaruh batu di sekitar ban, meratakan lumpur, mematah kan kayu dilakukan berulang2 oleh 2 orang itu tanpa pernah mengeluh… Pak Agus sendiri beberapa kali mukanya terciprat lumpur, dia hanya tersenyum “kalau tidak sengaja ya tidak apa-apa” katanya…———————————————————————————————-

————————————————————————————————

2 orang baik hati membantu...

Such a kind man...

Akhirnya… Setelah beberapa kali percobaan, dan gagal… Mobil harus di tarik paksa. Ban sudah di selipi dengan batu, dan kayu, lumpur sudah sedikit di ratakan, semua orang mengambil posisi mendorong, mobil pun ditarik…

Puji Tuhan, di tarikan ke tiga mobil pun keluar dari lumpur, masa krisis telah lewat… (setelah keluar baru ingat Tuhan hehehe).

Man of the day nya siapa lagi kalau bukan Pak Agus dan Sugeng, orang baik di saat yang tepat di waktu yang tepat di tempat yang tepat…🙂 Thanks a lot sir, you will receive much much more than what you give to us…🙂

Piknik ke pantai batal, badan udah pegel2 hari udah gelap…hiks… mari kita pulang, besok pagi kita coba lagi, tidak dengan cara seperti ini tentu saja!

Di perjalanan, Chris Martin vokalis coldplay bersenandung katanya… “…and if never try then you never know” ya ya yaaa… bisa aje lo Chris!

Oke, thanks coldplay, thanks orang tua Wingga yang sudah mengingatkan, (tidak) thanks petugas jaga perhutani!, big thanks Pak Agus & Sugeng, ingat plengkung urusan kita belum selesai…

See You Tomorrow, Plengkung!!

Lihat pantai sebelum pulang

At least ke pantai jugalah, buat bersihin lumpur🙂


About drick

common, ordinary, nothing special...

Posted on August 14, 2010, in Lihat - Lihat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Waiting for the 2nd day story🙂

  2. Wahh kok ada yang komen… hehe.. Secure target dulu ya! haha..

  3. Perlu gw telpon kokoh dari toko sebelah? tp buavita yg expired lo urusin dulu, biar dia mo secure taget lo😛

  4. Hahahahhaha, Unforgetable story guys, but really nice hahahhaha ..

  5. Ini ceritanya menarik yah teman, tapi knapa gw model org frustasinya…tolongggg *tarik Pak MLL*

  6. Buavita expired udah beres, dia ambil 300 juta minggu ini🙂

    Iya unforgetable emang ngga, nayamul…

    pak MLL sopo? Bos ku opo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

halaman kecil untuk kehidupan yang lebih baik

apapun yang terpikirkan oleh manusia

Anthology 12

You know my name, look up the number... (The Beatles)

Catatan Kecil

Sebuah catatan mengenai pengalaman, pemikiran & perjalanan

Noisy Pilgrims

Incredible Photography from India

Good Humored

by Paprika Furstenburg

%d bloggers like this: