Surga di Bumi itu Raja Ampat…

Koran kompas, sekitar tahun 2006. Sembari melihat lowongan kerja, maklum fresh graduate semangat tinggi (baca : working capital rendah, tidak ada waktu istirahat, karena uang bulanan sudah tidak akan dikirim), mata tertuju pada ½ halaman lebih artikel tentang Raja Ampat. Disitu tertulis ‘surga kecil di bumi’. Wow, setelah membaca dan melihat gambar nya, hati langsung komat – kamit memohon kepada yang Kuasa, agar diberikan kesempatan untuk bisa kesana…

Misool, Salawati, Batanta, Waigeo

Memohon kepada Tuhan pun mungkin memang harus spesifik ya, mempermudah Tuhan memenuhinya. Selain itu, mengutip kata – kata bijak yang saya ciptakan sendiri : “Tuhan akan memberikan kepada kita ketika kita sudah siap menerima”, ada dan ditugaskan di Papua tidak serta merta membuat saya bisa seenaknya ke Raja Ampat. Saya mengambil sertifikasi diving di Jayapura, beberapa kali dive, punya kelompok pertemanan yang erat yang kebetulan punya impian yang sama, dan punya bos yang kebetulan juga suka akan tantangan bawah laut dan tertarik akan Raja Ampat.

Akhir 2011, 5 tahun kemudian, saya sudah ada di Raja Ampat…  Awal maret 2012, saya kembali lagi, ke Raja Ampat…

Welcome to Raja Ampat

First trip : Akhir tahun 2011. Menyelam melihat manta, anemon, clown fish, dan wabbegong, menaiki perahu kecil menyusuri teluk, rasanya benar seperti di surga kecil, dan saya yakin ekspresi saya tidak terlalu berlebihan…

Ship to Raja Ampat

Yes We’ve Been Here..

Second trip : Awal Maret 2012. Perjalanan ke dua, lokasi dive pun hampir sama seperti kali pertama. Tapi sensasi yang saya rasakan tetap sama, sangat emosional, seperti anak kecil yang diberi permen kesukaannya dan setelahnya diajak naik komidi putar hehehe… School fish, candy store, manta, turtles, anemon, clown fish (si nemo), wabbegong, bat fish, bump head fish, barracuda, crocodile fish, scorpion fish, ah terlalu banyak fish fish yang lain… Kalau di Hanamasa anda datang dan ‘all you can eat’, raja ampat adalah’all you can see’ hehehe… Ada 200 dive spot disini, and still counting. 75% spesies ikan di dunia juga ada disini, and still counting also.

anemon and clown fish

Ikan apakah ini?

Hal yang paling menarik dari Raja Ampat jelas pemandangan bawah lautnya. Semua sudah tau itu. Benamkan diri anda di Manta Point, nikmati sensasi 7 Manta (pari raksasa, ukuran sekitar 4-6 meter) menari dan berputar layaknya balerina dengan gerakan terbaiknya. Dan itu hanya berjarak 3 meter dari anda, atau di beberapa kesempatan hanya berjarak beberapa sentimeter. Ah, saya merasakan 50 menit sensasi yang luar biasa disitu, hehehe… Beberapa ‘bule’ waktu itu sampai turun menyelam 3 kali di tempat yang sama. Dive, naik, interval 1 jam (diisi dengan snorkeling di tempat yang sama, melihat manta dari atas), turun lagi, di tempat yang sama!

si manta

manta oh manta

Pemburu Manta

Manta Point/Sandy hanya 1 titik diantara ratusan tempat istimewa di Raja Ampat. Beberapa spot yang saya tahu dan menurut saya luar biasa (karena memang hanya ini yang saya tahu hahaha) adalah Akber Reef (spot favorit saya, jatuh cinta dengan penyu disini), Mioskoon, Priwenbonda (cukup snorkeling bisa melihat Wabegong sang hiu jelek khas Raja Ampat disini), Kuburan (karena di pinggir pantai ada kuburan, sesimpel itu), Areef Point.Di semua tempat ratusan mungkin ribuan ikan warna warni akan menyambut anda ramah, sementara soft coral dan anemon akan dengan gemulai bergoyang.

fish and coral

Sea Garden

Kalau Aristoteles masih hidup dan bisa diving, dia pasti akan sangat senang sekali datang ke sini karena sekali menyelam 4 Pulau terlewati, alias sekali menyelam 75% spesies ikan (dan tumbuhan laut) bisa dia patenkan nama ilmiahnya…

Sebelum cerita dilanjutkan, nikmati lagi foto – foto ini…

pretty nudi

cantik ya…

candy store?

(just) snorkeling and enjoying

isn’t she pretty?🙂

Kalau hanya cerita bawah laut, diving, Raja Ampat belum pantas dikatakan ‘surga kecil di bumi’. Raja Ampat bukan hanya menjual lukisan indah bawah laut lhooo… pantai dan daratannya juga adalah sebuah maha karya.

beautiful beach

white sand beach

Kalau anda malas nyemplung terlalu jauh ke dalam, di beberapa tempat, anda tinggal memasukkan tangan ke dalam air, memegang makanan ikan, dan puluhan ikan akan datang menghampiri tangan anda. Sangat menyenangkan…

hello fish..🙂

cuap cuap

Atau menikmati laut di belakang rumah penduduk sambil snorkeling pun rasa – rasanya pun akan sudah cukup puas. Kalau di tempat lain laut di belakang rumah akan dijadikan tempat pembuangan akhir (sampah organik, ‘organik’ dan non organik), sehingga ekosistem disitu hampir dapat dipastikan sudah rusak, di Raja Ampat anda hanya perlu mencelupkan kepala disitu dan lihat betapa indahnya ciptaan Tuhan.  Dan, sempatkan waktu berkeliling desa – desa wisata disini. Desa Arborek adalah contohnya. Jangan lupa juga kunjungi hidden bay (saya belum kesini sih, hehehe), Teluk Mayalibit, dan Icon utama Raja Ampat, Wayag. Saya belum ke Wayag hiks, tapi saya yakin komat kamit saya dalam hati ini sekali lagi akan di dengar Tuhan hehehe…

cukup snorkeling

enjoy the fish show🙂

Ingin melihat burung Cendrawasih? Datang ke Dampir. Anda perlu hiking sekitar 30 menit di jam 6.30 pagi, naik ke atas bukit menyusuri hutan. Saya, teman dan rombongan turis Eropa dengan sabar waktu itu menunggu si burung datang, sambil diganggu nyamuk – nyamuk hutan. Lumayan melelahkan, sayang waktu itu si burung penomena bertengger di dahan yang cukup tinggi. Mungkin memang perlu usaha yang lebih keras untuk bertemu dengan si bird of paradise itu ya hehehe…

wtc beach

bird of paradise (dari kejauhan hehe)

waterfall

hidden bay

village in raja ampat

welcome…🙂

heyy yaa…

tidak terlalu jauh di bawah…

ninja foto bareng kura – kura

foto bareng wobbegong, icon raja ampat

Ah, sudah pasti apa yang saya tulis tentang Raja Ampat belum bisa menggambarkan indahnya pulau – pulau ini. Saya belum ke Wayag, ke Pulau misool (konon spot dive terbagus ada disini, plus resort yang luaaarrr biasa indah, dan mahal), spot dive masih yang umum saja, pulau yang saya kunjungi pun baru hanya waigeo. Tapi, saya cukup senang (dan bersyukur tentu saja), saya menulis dari apa yang saya rasakan dan alami, bukan lagi membaca (dan membayangkan) tentang Raja Ampat dari artikel di kompas atau dari buku di periplus atau di section ‘travelling’ di Gramedia…  hehehe…

O ya, masih ada barrier untuk orang datang kesini. Mahal, dan waktu. Teman saya protes, biaya ke Raja Ampat katanya bisa 3x lipat biaya ke Pattaya di Thailand. Hmmm…. Kalau begitu, tunda trip anda ke Pattaya, sampai 3x hehehe…

Seperti kata Mbak Riyani Djangkaru, tidak ada berlian yang murah…😀

Selamat menikmati Raja Ampat, surga kecil di bumi (Indonesia)

first trip squad

second trip play group

We welcome you, here in Raja Ampat…

About drick

common, ordinary, nothing special...

Posted on June 16, 2012, in Life is for Living, Lihat - Lihat and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. salutations from across the world. Great post I must return for more.

  2. excellent post. many thanks for sharing this resource. thanks so much for everything you’ve put into it this blog has me coming back time and time again.http://www.jogosdopicapau.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

halaman kecil untuk kehidupan yang lebih baik

apapun yang terpikirkan oleh manusia

Anthology 12

You know my name, look up the number... (The Beatles)

Catatan Kecil

Sebuah catatan mengenai pengalaman, pemikiran & perjalanan

Noisy Pilgrims

Incredible Photography from India

Good Humored

by Paprika Furstenburg

%d bloggers like this: