24 jam di Toraja

Teman, selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga pintu maaf dibuka untuk semua kesalahan, dan berkah semakin berlimpah untuk kita semua, amiiinn…

Teman, kemana anda menghabiskan libur lebaran? Mudik ke kampung halaman? Atau mungkin ke Bali karena ditinggal pembantu yang mudik jadi ikut liburan juga, atau malah ke luar negeri?

Saya dan isteri sedikit berbeda. Kami memilih mengunjungi wisata kematian hehehe…. sedikit lebay, tapi benar. Kami pergi ke Toraja, yang kita tahu terkenal dengan wisata kuburan dan hal – hal menarik seputar kematian..

Toraja terletak di Sulawesi Selatan, sekitar 320km dari kota Makassar. Banyak bus dengan tujuan Rantepao (Toraja Utara) dari Makassar, dengan waktu tempuh sekitar 7 – 8 jam perjalanan. Untuk urusan transportasi, akomodasi atau informasi lainnya tidak terlalu sulit dicari, keyword wisata toraja di google akan memberikan banyak sekali informasi yang kita butuhkan. Untuk akomodasi coba cari di tripadvisor. Saya memesan hotel lewat website tersebut dengan harga cukup bersahabat, dan hotelnya juga cukup baik. Oya nama hotelnya adalah pison hotel, dekat dengan pusat kota Rantepao.

Peta Toraja

Peta Toraja

Sedikit saran, jika berencana berlibur ke Toraja, ambillah perjalanan siang, atau ketika hari masih terang. Kenapa? Perjalanan kesana akan melewati beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Enrekang. Di sepanjang perjalanan menyusuri kabupaten ini anda akan disuguhi pemandangan yang sangat indah. Jalanan berkelok dengan bukit di sebelah kiri dan jurang serta pegunungan di kanan jalan. Warna hijau yang menyegarkan mata dan kontur pegunungan yang indah membuat perjalanan yang sebenarnya cukup melelahkan menjadi tidak terlalu terasa hehe.. Ada banyak warung – warung di pinggir jalan, untuk singgah memesan kopi dan mie rebus sekedar melepas lelah dan menikmati keindahan di depan mata🙂

Setelah menempuh 70km perjalanan dari Enrekang, tibalah kita di Rantepao, Toraja Utara. Waktu menunjukkan pukul 2.30 siang, masih panjang waktu untuk berkeliling Rantepao. Ada beberapa objek wisata utama di sini, kebanyakan adalah rumah adat tongkonan dan wisata kubur batu. Di peta wisata yang kami download dari google, ada satu lokasi yang menarik. ‘Batutumanga, Panorama Spektakuler’. Saya penasaran, seperti apa rupa tempat ini hingga namanya sedemikian bombastis hehe.. apa sama spektakulernya dengan acara idol di rcti🙂.

Batutumanga adalah daerah perbukitan, sekitar 20km dari pusat kota Rantepao. Sepanjang perjalanan menuju puncak bukit, semakin mendaki, semakin saya bisa menerima tagline dari lokasi ini, ‘panorama spektakuler’. Hampir di setiap tikungan ada sawah yang bertingkat, biasa kita sebut terrasering. Di Bali kita kenal daerah Tegalalang untuk melihat model sawah seperti ini. Tapi ini ada di setiap tikungan, di sepanjang jalan. Semakin menanjak, selain sawah kita mulai bisa melihat pusat kota Rantepao. Saya rasa cukup fair jika mengatakan pemandangan disini lebih indah dibanding tegalalang di Bali. Jika deskripsi saya kurang meyakinkan, semoga foto – foto berikut ini bisa menambah keyakinan. Jika masih belum cukup, silakan datang dan nikmati Batutumanga dengan mata kepala sendiri hehehe..

Puncak bukit

Lokasi layak selfie

Lokasi layak selfie

Batutumanga adalah satu – satunya lokasi wisata yang kami kunjungi di hari pertama. Oya Maaf, lupa menulis, sebelumnya kami berkunjung ke Pong Buri, ini bukan objek wisata, hanya sebuah rumah makan. Tapi karena menu yang disajikan ‘spesial’, ini menjadi salah satu objek wisata. Objek wisata untuk penikmat makanan ‘special’🙂

Hari kedua kami mengunjungi Situs batu megalitikum Bori, Kete Kesu, dan Londa. 3 tempat sebelum perjalanan 6 jam kembali ke Makassar. Anda bisa mencari lebih detail pembahasan mengenai 3 objek wisata ini, saya hanya akan ulas sedikit, dengan beberapa dokumentasi.

1. Bori

Situs batu menhir. Cukup layak untuk dikunjungi, tetapi kita sedikit terkendala dengan minimnya informasi menuju ke lokasi. Kita bisa berfantasi sedang berada di stone henge, mengingat ukuran batu disini juga cukup besar hehe. Kita juga bisa mengunjungi kuburan di tebing.

Senyum manis Toraja kecil

Senyum manis Toraja kecil

Yang ini Toraja gede :)

Yang ini Toraja gede🙂

2. Kete Kesu

Kete Kesu adalah salah satu objek wisata favorit di Toraja. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota Rantepao. Disini kita bisa melihat komplek rumah adat tongkonan dan kuburan batu di tebing yang cukup terjal. Banyak tengkorak dan tulang belulang di sepanjang anak tangga ke puncak tebing, seru!


3. Londa

Tidak berbeda jauh dengan Kete Kesu, minus komplek rumah adat. Disini kita bisa ditemani pemandu bersenjata lampu petromak memasuki gua. Tengkorak dan tulang belulang cukup mudah ditemui, begitu juga peti mati dan karangan bunga. Bahkan ada tengkorak yang masih terbungkus sisa daging bisa kita temui disini. Yang menarik? Ada 2 tengkorak kepala, legendanya ini adalah tengkorak 2 muda mudi yang mati gantung diri karena cinta yang tidak direstui. Dengan cara mengakhiri hidup mereka akhirnya bisa bersanding bersebelahan.

 

Romeo & Juliet

Romeo & Juliet

Frame

Frame

Tiba hari sabtu pukul 3 sore, pergi meninggalkan Toraja juga tepat pukul 3 sore. 24 jam di Toraja, dengan 12 jam total perjalanan. Sedikit lelah tapi terbayar dengan apa yang dilihat di Toraja. Jika anda belum pernah ke Toraja, jangan takut pemandangan diatas akan mengantui anda, setidaknya itu yang saya rasakan hehe..

“Sometimes life can only really begin with the knowledge of death…” (The Jacket, 2005). Apa hubungannya dengan trip ke Toraja ini? Entahlah, sekedar menyambung – nyambungkan saja🙂

Untuk semangat yang melemah, untuk kita yang butuh piknik, mungkin pikiran akan kembali segar setelah melihat kematian di Toraja…

About drick

common, ordinary, nothing special...

Posted on August 9, 2014, in Lihat - Lihat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

halaman kecil untuk kehidupan yang lebih baik

apapun yang terpikirkan oleh manusia

Anthology 12

You know my name, look up the number... (The Beatles)

Catatan Kecil

Sebuah catatan mengenai pengalaman, pemikiran & perjalanan

Noisy Pilgrims

Incredible Photography from India

Good Humored

by Paprika Furstenburg

%d bloggers like this: